Cinta merupakan bentuk dari emosi yang paling kuat di dunia. Meskipun emosi ini bersifat abstrak dan tidak terlihat namun power yang dimilikinya dapat kita lihat secara nyata di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tak heran banyak sekali bagian dari ilmu-ilmu disiplin di dunia mencoba untuk memahami lebih dalam jenis emosi ini.
Menurut sains, perasaan bahagia pada awal jatuh cinta bisa disebabkan oleh 3 zat kimia dalam otak. Yang pertama yaitu noradrenalin, ini merupakan Struktur kimia organik di dalam otak yang dilepaskan oleh sel-sel saraf, noradrenalin ini merangsang agar adrenalin bisa diproduksi, efek dari produksi adrenalin ini membuat jantung berdebar kencang dan telapak tangan berkeringat.
Jadi buat kamu yang tiap
ketemu si crush bawaannya deg-degan terus, keringetan, pipi pun memerah
pula. Tenang, itu normal, seperti penjelasan diatas, bertemu dengan seseorang
yang kamu sukai akan membuat noradrenalin memproduksi adrenalin, yang
menyebabkan jantungmu berdegup kecang.
Yang kedua adalah dopamine,
tidak asing lagi dopamin ini merupakan zat kimia yang berperan dalam membuat
manusia merasa senang. Kalau udah ketemu crush tuh bawaannya seneng aja.
Gak sengaja lihat doi semenit eh senyum-senyumnya nyampe lima jam gak tuh?
Dan yang terakhir
adalah phenylethylamine, kalau bahasa inggrisnya sih “Butterflies in
the stomach”, yang merupakan sebuah idiom dari kondisi perasaan yang luar
biasa saat orang tercinta melihat, menatap, atau memuji. Aduh aduh aduh, bikin salting
aja nih. Yap, perasaan salah tingkah yang diiringi rasa bahagia dan rasa
menggelitik adalah kondisi yang ditimbulkan akibat zat kimia yang bernama phenylethylamine
ini.
Tahapan dalam jatuh cinta
Menariknya selain 3
penjelasan diatas, penelitian tentang cinta terus berlanjut dan proses dari tahapan cinta pun menjadi salah satu yang hal diteliti.
Tapi berikut hasil
penelitian Dr. Helen Fisher, serang peneliti psikolgi dan neuroscience megenai tahapan kita jatuh dalam cinta
tahap pertama yaitu,
dorongan biologis yang disebut nafsu berupa hormon testosteron untuk pria dan hormon
estrogen untuk wanita. Tahap ini tidak jauh berbeda dari hewan mamalia yang ada
di dunia.
Tahap kedua yaitu “Cinta
romantis”, tahap ini mempunyai sifat seperti efek obat-obatan (drugs). Rasa
bahagia yang meledak-ledak, pelepasan dopamine (kesenangan), adrenalin (lawan
atau lari) dan norepinefrin (kewaspadaan).
Yang ketiga
sekaligus yang terakhir yaitu “Attachment”, merupakan kelanjutan dari hormon
dopamin yang dilepaskan dan diganti oleh oxytocin. Ini merupakan tahap
dimana manusia merasakan keterikatan dengan lawan jenisnya untuk kemudian
merasakan kebergantungan dan menjalin hubungan jangka panjang.
Kinerja ketiga
sistem diatas tidak selalu berjalan atau bekerja secara selaras. Seseorang bisa
saja merasakan keterrgantungan pada pasangannya tanpa adanya perasaan cinta
romantis berupa jantung yang berdetak kencang atau perasaan senang yang
menggebu-gebu. Seseoang juga bisa saja mencintai seseorang tanpa merasakan
ketergantungan dan keinginan untuk menjalin hubungan jangka panjang.
Dr.Samuel Low. (17 Juni 2022) The Science Behind Why We Fall
in Love . https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/the-science-behind-why-we-fall-in-love
Why We love. (17 Juni 2022) https://helenfisher.com/books/why-we-love-the-nature-and-chemistry-of-romantic-love/
1 Komentar
Oh, jadi begitu toh penjelasan ilmiah saat seorang jatuh cinta. Jadi selama ini yang biasanya kasih nama kontak pasangannya 'My Dopamine' itu mewakili hormon bahagia yang dihasilkan tubuh karena lagi jatuh cinta. Hihihi.
BalasHapus